PIRAMIDA.ID – Dugaan Pemukulan Demonstran Di Kota Pematangsiantar pada aksi unjuk rasa Tolak UU TNI (27/03/2025) yang dilakukan salah satu Anggota DPRD Fraksi Nasdem Inisial RM memicu kemarahan dan dampak yang negatif.
Ketua Front Justice Cavin Tampubolon menganggap bahwa perlakuan atas dugaan kekerasan yang dilakukan salah satu wakil rakyat yang duduk di DPRD Kota Pematangsiantar dapat menimbulkan kegaduhan dan reaksi berkepanjangan.
“ini sangat berdampak panjang dan mampu merusak demokrasi di Kota Pematangsiantar, anggota Dewan diduga terlibat dalam tindakan represif saat aksi unjuk rasa. Reaksi tersebut bukan merupakan sikap seorang wakil rakyat,” ucap ketua FJ
Ketua Front Justice (FJ) juga menyampaikan dampak bahwa terlepas dari kebebasan berpendapat yang dilindungi Undang-undang Perlakuan atas dugaan pemukulan yang viral tersebut mampu merusak kepercayaan masyarakat baik terhadap DPRD Kota Pematangsiantar maupun kepada Partai Nasdem.
Front Justice mendesak agar oknum tersebut harus segera direspon oleh pimpinan DPRD Kota Pematangsiantar maupun Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh agar segera mengevaluasi bila perlu melakukan PAW (Pergantian Antar Waktu) demi menjaga marwah partai serta kasus ini tidak berlarut-larut.
“Pimpinan DPRD Maupun DPP NasDem harus bersikap, mau dipandang apa Wakil-wakil rakyat di DPRD Kota Pematangsiantar maupun Partai Masdem di Siantar ini ?,”tegas Cavin Tampubolon
Surya Paloh selaku Ketua Umum DPP NasDem segera evaluasi bila perlu pecat, segera singkirkan oknum yang masih labil dalam mengemban tugas dan tanggungjawab sebagai perwakilan rakyat,” Sambung Cavin
Menutup Penyataan ini Front Justice juga menghimbau kepada wakil-wakil rakyat yang duduk di DPRD Kota Pematangsiantar agar menjaga sikap serta kepercayaan masyarakat sebagai bentuk menjaga demokrasi di Kota Pematangsiantar. (Tim).