PIRAMIDA.ID- Dosen Pendidikan Olahraga Universitas Quality Berastagi, yakni Julius Boy Nesra Basgimata Barus, M.Pd.,Janwar Frihasan Sinuraya, M.Pd., dan mahasiswa Pendidikan Olahraga Tommy Hejeprinta Waruwu melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Karo Taekwondo Club (KTC) dengan judul kegiatan “Sosialisasi Pelaksanaan Warming-Up Untuk Mengantisipasi Terjadinya Cedera Pada Kegiatan Cabang Olahraga Taekwondo Di Club Taekwondo Kabupaten Karo”
Janwar Frihasan Sinuraya, M.Pd., mengatakan bahwa cedera akibat berolahraga paling kerap terjadi pada atlet, baik itu atlet senior ataupun atlet junior. Taekwondo merupakan salah satu jenis dari olahraga seni bela diri modern yang berasal dari Korea. Dan taekwondo ini berasal dari beberapa kata, yakni kata “tae” adalah kaki yang berarti menghancurkan dengan tendangan, “kwon” adalah tangan yang berarti menghantam dan mempertahankan diri dengan tangan, serta “do” adalah seni yang berarti cara mendisiplinkan diri.
Dengan demikian, taekwondo merupakan seni bela diri yang menggunakan teknik kaki serta tangan kosong untuk menaklukan lawannya. Kontak langsung dalam cabang olahraga taekwondo sering menimbulkan cedera bagi atlet, penyebab cidera akibat aktivitas olahraga yang salah satunya disebabakan kurangnya melakukan warming-up dan cooldown.
Lebih lanjut menurut Julius Boy Nesra Basgimata Barus, M.Pd., hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan olahraga, yakni:
1. Lakukan pemanasan dengan benar
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa ada perbedaan antara peregangan dan pemanasan. Pemanasan bertujuan untuk menaikkan suhu tubuh secara bertahap. Dengan begitu, suhu tubuh tidak akan melonjak drastis saat berolahraga;
2. Lakukan gerakan rotasi/memutar
Pemanasan umum ini biasanya juga dilakukan dalam seni bela diri lainnya seperti pencak silat atau karate. Gerakan ini bertujuan untuk melumasi seluruh sendi secara alami sehingga akan lebih lentur selama berlatih taekwondo;
3. Pemanasan energik
Setelah melakukan gerakan rotasi atau memutar bersama, saatnya untuk pemanasan. Cobalah untuk melakukan pemanasan selama 5 menit dengan gerakan aerobik. Seperti lompat tali (skipping), jogging, atau gerakan lilin yang bisa meningkatkan intensitas suhu tubuh dan memompa darah ke seluruh tubuh. Peningkatan aliran darah di otot dapat meningkatkan fleksibilitas dan kinerja otot sehingga mampu mengurangi cedera;
4. Latihan peregangan
Berikutnya, usai pemanasan umum, otot akan menjadi lebih hangat dan lentur. Pada titik ini, barulah kamu bisa melakukan peregangan. Ada dua jenis peregangan utama yang dapat dilakukan, yaitu peregangan statis dan peregangan dinamis.(*)