Elisabeth RM Siburian*
PIRAMIDA.ID- Bahasa Indonesia adalah jati diri sekaligus identitas bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia memegang peranan penting pada semua aspek kehidupan. Saat ini adalah era milenial, adanya peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media dan teknologi digital.
Hal tersebut berdampak pada perkembangan bahasa indonesia. Keadaan yang ada sekarang adalah fungsi bahasa Indonesia mulai digantikan atau tergeser oleh bahasa asing dan adanya perilaku yang cenderung menyelipkan istilah asing, padahal padanan dalam bahasa Indonesianya ada, dikarenakan sikap yang meyakini bahwa akan terlihat modern , dan terpelajar dan dengan alasan mempengaruhi di era milenial.
Bahasa merupakan sarana manusia untuk berpikir yang merupakan sumber awal manusia memperoleh pemahaman dan ilmu pengetahuan sebagai simbol sebuah pemahaman, bahasa telah memungkinkan manusia untuk memahami apa yang ada di sekitarnya, dan mengantarkan manusia memiliki ilmu pengetahuan dan keahlian.
Globalisasi adalah era terjadinya perubahan masa akibat pengaruh budaya asing. Globalisasi mempengaruhi semua aspek kehidupan, termasuk bahasa. Bahasa yang semakin global dipakai oleh semua bangsa di dunia ialah bahasa Inggris, yang pemakainya lebih dari satu milyar.
Seperti yang dikutip dari Kompas yang menjelaskan bahwa bahasa Inggris, misalnya, walaupun pemakainya semakin besar sebagai bahasa kedua, masyarakat suatu negara akan semakin kuat juga mempertahankan bahasa ibunya. Eksistensi bahasa Indonesia yang merupakan jadi diri bangsa Indonesia pasa era gobalisasi sekarang ini, perlu dibina dan dimasyarakatkan oleh setiap warga negara Indonesia.
Pengaruh alat komunikasi yang begitu canggih harus dihadapi dengan mempertahankan jati diri bangsa Indonesia, termasuk jadi diri bangsa Indonesia. Ini semua menyangkut kedisplinan berbahasa nasional, dengan mematuhi semua kaidah atau aturan pemakaian bahasa Indonesia. Dengan displin berbahasa Indonesia akan membantu bangsa Indonesia untuk mempertahankan dirinya dari pengaruh negatif asing atas kepribadiannya sendiri.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahasa memang sangat penting digunakan. Seperti bahasa Indonesia di negara Indonesia. Dan bahasa ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat komunikasi, menggunakan bahasa dengan baik secara lisan maupun secara tulisan dan bahasa tubuh.
Bahkan saat kita tidur pun tanpa sadar kita menggunakan bahasa. Berdiri sebagai lambang kebanggaan dan sebagai lambang identitas dari bangsa. Masyarakat berinteraksi satu sama lain dan bersosialisasi. Oleh karena itu pentingnya peranan bahasa dalam kehidupan bermasyarakat. Di lingkup kecil dan keluarga masyarakat kita menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi dan pada lingkup yang luas dan bersifat resmi digunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Dengan dicetuskannya bahasa Melayu-Riau sebagai bahasa Indonesia pada Sumpah Pemuda 28 oktober 1928 lalu, perkembangan bahasa terus meningkat. Tentunya juga pada perkembangan bahasa Indonesia yang semakin berkembang dan beradaptasi, bahasa daerah pun tetap memiliki peranan dan jabatan yang penting daam pemakaian bahasa sehari-hari.
Bahasa daerah tetap dijaga eksistensinya di balik arus permasalahan kebahasaan yang terjadi di Indonesia, menilik pada pemakaian bahasa Indonesia yang terjadi di kalangan masyarakat.
Terjadi fenomena- fenomena negatif di tengah masyarakat kita, misalnya banyak orang Indonesia yang dengan bangga memperlihatkan kemahirannya menggunakan bahasa Inggris walaupun mereka tidak menguasai bahasa Indonesia dengan baik. Tak sedikit pula orang yang malu tidak bisa berbahasa asing, oleh karena itu pentingnya perhatian dari masyarakat untuk tetap mempertahankan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Walaupun demikjan usaha pemerintah mewujudkan cita-cita Sumpah Pemuda yang menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia cukup diacungkan jempol. Di tengah pengaruh globalisasi tidak sedikit juga usaha masyarakat Indonesia tetap mempertahankan bahasa Indonesia sebagai bahasa formal yang tetap digunakan meskipun hanya disituasi formal.
Hal ini merupakan salah satu upaya pelestarian bahasa Indonesia di tengah perkembangan globalisasi. Globalisasi yang terjadi ditandai dengan perkembangan teknologi. Bahasa Indonesia mulai populer dan mulai diperhatikan para pemakainya dengan baik. Sebagai bahasa resmi, bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi.
Selain itu melihat perkembangan bahasa Indonesia di dalam negeri yang cukup pesat, perkembangan di luar negeri pun sangat menggembirakan.
Data terakhir menunjukkan setidaknya 52 negara asing telah membuka program bahasa Indoesia (Indonesian language studies). Bahkan, perkembangan ini akan semakin meningkat dengan dibuktikannya pembentukan pusat bahasa. Walaupun perkembangan bahasa Indonesia semakin pesat di satu sisi, di sisi lain peluang dan tantangan terhadap bahasa Indonesia semakin besar pula.
Berbagai peluang bahasa Indonesia dalam era globalisasi ini antara lain adanya dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk peran media massa. Sementara itu, tantangannya dapat dikategorikan atas dua, yaitu tantangan internal dan tantangan eksternal.
Tantangan internal berupa pengaruh negatif bahasa daerah berupa kosakata, pembentukan kata, dan sruktur kalimat.
Tantangan eksternal datangnya dari pengaruh negatif bahasa asing ( terutama bahasa inggris) berupa masuknya kosakata tanpa proses pembentukan istilah dan penggunaan sruktur kalimat bahasa inggris.
Masyarakat Indonesia sebagai pengguna bahasa Indonesia dalam menggunakan bahasa Indonesia. Masyarakat harus lebih bijak dalam memilah-milah bahasa baik dan buruk yang mereka dengar di internet ataupun media lainnya, sehingga mereka dapat membatasi penggunaan bahasa “alay” yang berlebihan.
Bahasa Indonesia memang memegang peranan penting dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan sumber daya manusia. Karena itu pendidikan bahasa Indonesia di sekolah-sekolah perlu dilakukan melalui peningkatan kemampuan akademik para pengajarnya.
Untuk menyemarakkan penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, pemerintah telah menempuh politik kebahasaan, dengan menetapkan bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa.
Namun, jika kita melihat kenyataan di lapangan , secara jujur harus diakui, bahasa Indonesia belum difungsikan secara baik dan benar. Banyak para penuturnya masih dihinggapi sikap inferior (rendah diri), sehinnga merasa lebih modern, terhormat, dan terpelajar jika dalam peristiwa tutur sehari-hari, baik dalam ragam lisan maupun tulis, menyelipkan setumpuk istilah asing, walaupun sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia.
Bagaimana bahasa Indonesia dapat memberikan kemajuan kepada kita kalau hanya menguasai bahasa Indonesia Anda tidak mencapai dunia. Kesadaran dari masyarakat, terutama masyarakat Indonesia sebagai pengguna bahasa Indonesia, dalam menggunakan bahasa Indonesia. Masyarakat harus lebih bijak dan baik untuk menggunakan bahasa yang benar.
Bahasa Indonesia dapat bertahan di era globalisasi dan perkemangan teknologi, asalkan dibatasi dari pencampuran bahasa asing dan slang yang berlebihan serta digunakan sebagai bahasa internet. Untuk itu diperlukan sebuah kesadaran dari masyarakat, terutama masyarakat Indonesia sebagai pengguna bahasa Indonesia, dalam menggunakan bahasa Indonesia.
Dengan demikian jika masyarakat dan pemerintah terus bekerja sama dalam mengembangkan dan mempertahankan penggunaan bahasa Indonesia, maka eksistensi pengguna bahasa Indonesia di era globalisasi akan terus dapat ditingkatkan hingga dunia mengetahui akan kualitas bahasa Indonesia sendiri.(*)
Penulis merupakan salah satu relawan di Rumah Baca Pelita Bangsa.