PIRAMIDA.ID- Di tengah pandemi Covid-19 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) melalui Dewan Pengurus Komisariat Hukum dan Pertanian Universitas Simalungun melaksanakan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) yang digelar di Perumnas, Batu 6, Nagori Laras 2, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, pada Sabtu-Minggu (21-22/11/2020) dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang dianjurkan pemerintah.
Ketua GMNI Pematangsiantar, Samuel Tampubolon, SP dalam pembukaannya mengatakan bahwa PPAB merupakan langkah awal mengenal GMNI.
“Jadikan momentum kaderisasi ini menjadi langkah awal untuk calon bung dan sarinah mengenal lebih dalam apa itu GmnI dan apa itu azas marhaenisme. PPAB adalah salah satu syarat mutlak untuk menjadi anggota GmnI dan untuk menjadi anggota yang progresif dan revolusioner,” ungkapnya.
Tema PPAB kali ini bertajuk “Membangun Semangat Kebangsaan Mahasiswa yang Berjiwa Nasionalis”.
GMNI DPK Hukum dan Pertanian USI membawakan tema tersebut bertujuan agar mahasiswa lebih peduli terhadap bangsa dan negara di tengah banyaknya permasalahan-permasalahan yang timbul di negara ini dan melalui PPAB ini, GMNI juga mengajak seluruh mahasiswa-mahasiswi Kota Pematangsiantar untuk bergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia dalam memperjuangkan kaum marhaen (kaum-kaum yang tertindas).
Kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru ini juga berlangsung selama 2 hari dan diwarnai dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang menarik, seperti memberikan materi kepada peserta PPAB yang berjumlah 7 materi, outbound, dan malam api unggun.
Ketua Panitia PPAB, Bung Joniar Damanik mengatakan, kegiatan PPAB merupakan salah satu agenda dasar GMNI dalam hal merekrut kader-kader baru GMNI. Dan kepada para kader baru dijelaskan proses pembentukan GMNI, anggaran dasar dan ideologi GMNI, yaitu marhaenisme. Serta dalam PPAB ini juga dijelaskan bahwa bagaimana ber-GMNI yang memperjuangkan kaum marhaen seperti yang dilakukan bapak proklamator Indonesia, yaitu Bung Karno.
“Harapan saya, semoga para peserta calon anggota Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) tetap mengikuti kegiatan GMNI yang berdampak kepada masyarakat dan lebih mengetahui apa itu ideologi marhaenisme, sehingga nantinya akan terlahir kader-kader yang progresif dan memperjuangkan kaum-kaum marhaen,” ucap Joniar Damanik.
Samuel Gultom, selaku Ketua Komisariat GMNI Hukum USI juga mengatakan, PPAB merupakan tahap awal untuk menjadi anggota GMNI. PPAB berfungsi sebagai media perkenalan organisasi kepada seluruh mahasiswa sebagai calon anggota GMNI agar dapat lebih memahami organisasi, peran, fungsi, tugas, dan tanggung jawab.
“Tujuan pengkaderan ini, yakni menciptakan kader-kader produktif yang nantinya menjadi generasi yang dapat melanjutkan tongkat estafet dari pada suatu kelompok tersebut,” terangnya.
Jhon H P Siagian, selaku Ketua Komisariat GMNI Pertanian USI juga berharap materi selama di PPAB dapat diamalkan para peserta.
“Harapan saya, dari ke-7 materi yang diberi saat PPAB ini dapat diimplementasikan, baik pada diri sendiri maupun di masyarakat. Berapa yang di PPAB-kan harapan saya segitu pula yang dilantik nantinya,” tutupnya.(*)