Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, November 8, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Undang-Undang Sumatera Barat, Malapetaka Bagi Kebudayaan Mentawai

byRedaksi
05/09/2022
inDialektika
120
SHARES
855
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Oleh: Gregorius*

PIRAMIDA.ID- UU Provinsi Sumatera Barat (selanjutnya disebut UU Sumbar) secara resmi menggantikan UU No 61 Tahun 1958 tentang Penetapan UU Darurat No. 19 Tahun 1957 Pembentukan Daerah-Daerah Swatantra Tingkat I Sumatera Barat, Jambi dan Riau setelah disahkan oleh DPR RI pada tanggal 30 Juni 2022.

Semenjak disahkan hingga hari ini, UU ini memicu penolakan dari berbagai lapisan masyarakat, khususnya masyarakat suku Mentawai. UU ini dinilai berpotensi melanggar hak-hak kelompok minoritas serta tidak memberikan perlindungan terhadap kebebasan beragama.

Bagaimana tidak, UU tersebut menetapkan sebuah falsafah yang dicantumkan dalam hukum positif, yaitu penetapan bahwa adat Sumatera Barat bersendi syariah dan syariah bersendi pada kitabullah. Dalam bahasa Minangkabau sering disebut “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah – sering disingkat ABS-SBK.

Dengan kata lain, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato, Adat Mamakai merupakan kerangka atau pola berkehidupan bagi orang Minangkabau, baik secara horizontal-vertikal dengan Sang Maha Pencipta, maupun secara horizontal-horizontal antar sesama manusia, ataupun dengan makhluk lain di alam semesta (mikrokosmos dan makrokosmos).

Pasal 5 huruf C berbunyi, “Provinsi Sumatera Barat memiliki karakteristik, yaitu adat dan budaya Minangkabau berdasarkan pada nilai falsafah, adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah sesuai dengan aturan adat salingka nagari yang berlaku, serta kekayaan sejarah, bahasa, kesenian, desa adat/nagari, ritual, upacara adat, situs budaya, dan kearifan lokal yang menunjukkan karakter religius dan ketinggian adat istiadat masyarakat Sumatera Barat.”

Sebagai informasi, secara geografis Provinsi Sumatera Barat tidak hanya meliput daratan pesisir pantai barat Sumatera Tengah, tetapi juga meliputi Kepulauan Mentawai dengan 4 pulau besar, yakni Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan
Kebudayaan Minangkabau di daratan Sumatera Barat dengan kebudayaan Mentawai di Kepulauan Mentawai merupakan dua entitas yang sangat berbeda.

Kebudayaan Mentawai tidak mengenal falsafah “Adat Basandi Syarak. Syarak Basandi Kitabullah”. Demikian halnya kebudayaan Minangkabau tidak mengenal tato (Titi Mentawai) dan Sikerei. Orang Mentawai adalah orang dengan perawakan menarik, berwarna kulit cokelat kekuningan, sangat jarang didapati cacat fisik, karena mereka hidup menurut keadaan yang sesungguhnya dari alam (J.R. Logan).

Hal paling menonjol dari karakter orang Mentawai adalah kesenangan mereka terhadap hiasan, sehingga tidak mengherankan jika tubuh mereka dipenuhi tato. Bagi mereka, tato adalah busana abadi yang dapat dibawa mati. Tato ini berfungsi untuk menunjukkan jati diri dan perbedaan status sosial dalam masyarakat. Tato Mentawai dinobatkan sebagai seni lukis tato tertua di dunia yang sudah ada sejak 1500 SM, lebih tua dari tato Mesir yang baru muncul pada 1300 SM. Pembuat tato disebut Sipatiti.

UU Sumbar kemudian memunculkan polemik karena tidak mengakomodir bagaimana Suku Mentawai merupakan satu kesatuan utuh bagian dari Provinsi Sumatera Barat. Melalui UU Sumbar, negara secara langsung menghapus serta tidak mengakui eksistensi kebudayaan Mentawai sebagai bagian dari masyarakat Provinsi Sumatera Barat.

UU Sumbar tidak menyebut secara eksplisit bagaimana Suku Mentawai merupakan salah satu suku asli di Sumatera Barat yang perlu diakui keberadaannya. Sehingga jelas, bahwa di Sumatera Barat terdapat 2 (dua) kebudayaan besar, yaitu kebudayaan Minangkabau dan kebudayaan Mentawai – di samping tentu ada kebudayaan lainnya seperti kebudayaan Jawa, Nias, dan Batak.

Menyikapi krisis ini, Presiden Joko Widodo harus segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk menggantikan UU Sumatera Barat. Jangan sampai Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menelurkan peraturan daerah sebagai produk turunan UU Sumbar yang nantinya akan menekan kaum minoritas serta meniadakan eksistensi suku Mentawai. Agar dikemudian hari kita tidak lagi menemukan adanya kasus pemaksaan jilbab di sekolah, polemik rendang babi, dan lain sebagainya.

Sumatera Barat harus menjadi rumah yang aman untuk setiap Warga Negara Indonesia, khususnya untuk masyarakat suku Mentawai.(*)


Penulis merupakan Ketua Lembaga Pengembangan SDM Pengurus Pusat PMKRI St. Thomas Aquinas periode 2022-2024.

Tags:#adat#falsafah#mentawai#minang#polemik#sumbar
Share48SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Kader Muda Golkar Jefri Gultom: Jangan Fitnah Bahlil Lahadalia, Kami Siap Tempuh Jalur Hukum!

07/11/2026
Edukasi

HALO USI – APA KABAR PEMILIHAN REKTOR “DEADLOCK”

04/11/2026
Berita

Bintang Empat Bukan Tameng Hukum, Komrad Pancasila Dukung Kapolri Bersih-Bersih Institusi

04/11/2026
Berita

Pentingnya Pemahaman UU Ketenagakerjaan, Forum Think Talk Bahas Pentingnya ‘Memahami UU Ketenagakerjaan’

04/11/2026
Berita

KETUA ILAJ: REGISTER 18 BUKAN WARISAN PARA MAFIA! JANGAN SAMPAI HUTAN NEGARA HANYA JADI LADANG BISNIS SEGELINTIR ORANG

03/11/2026
Berita

REGISTER 18 SIMALUNGUN JANGAN JADI WARISAN SEGELINTIR ORANG! KETUA ILAJ DESAK DINAS KEHUTANAN SUMUT DAN SATGAS PKH BERTINDAK!

03/11/2026

Populer

Berita

Kader Muda Golkar Jefri Gultom: Jangan Fitnah Bahlil Lahadalia, Kami Siap Tempuh Jalur Hukum!

07/11/2026
Edukasi

HALO USI – APA KABAR PEMILIHAN REKTOR “DEADLOCK”

04/11/2026
Berita

Pentingnya Pemahaman UU Ketenagakerjaan, Forum Think Talk Bahas Pentingnya ‘Memahami UU Ketenagakerjaan’

04/11/2026
Pojokan

Profesi Apoteker: Perannya Besar dan tak Sekedar Menunggui Apotek

27/09/2020
Ilustrasi/Akun Twitter @Nobodycorp
Pojokan

Cerpen: 1998

24/08/2020
ilustrasi/getty images
Pojokan

Sejarah Tai

03/08/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus